Formalintang Malut-Jakarta Gelar Optimalisasi dan Manfaat CSR

0
319
Seminar Optimalisasi dan Manfaat CSR

TERNATE, PilarMalut.id – Forum Mahasiswa Lingkar Tambang (Formalintang) Malut-Jakarta bersama PT. Harita Nicel Grup, menggelar Seminar Corporate Social Responsibility (CSR) dengan tema  “Optimalisasi dan Pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Pembangunan Daerah”, yang dipusatkan di Tolire Function Room, Corner Palace Hatel, Rabu (09/03/2019).

Dalam seminar tersebut, dihadiri Chief Deputy Exrel dan CSR Harita Nickel Alexander Lieman, Juru Bicara PT.Karindo Grup, Luwy Leunufna, Perwakilan Dinas ESDM Pemprov Malut dan ratusan Mahasiswa lingkar tambang.

Chief Deputy Exrel dan CSR Harita Nickel Alexander Lieman pada kesempatan tersebut mengatakan, Tujuan dari seminar ini untuk memberikan pengertian mengenai pembangunan daerah dan juga tanggung jawab perusahaan dalam program-program CSR-nya. Pemda Maluku Utara pun juga memberikan paparan untuk memperjelas perundang-undangan yang berlaku dalam operasi perusahaan beserta dengan Program CSR nya.

“Semangat membangun daerah bukanlah hanya tugas Pemerintah Daerah, tapi juga para pemegang kepentingan lain seperti pihak swasta, masyarakat, dan terlebih lagi Mahasiswa, Saya percaya salah satu tugas besar mahasiswa adalah menyampaikan kritik yang berdasarkan dengan dukungan riset dan karya ilmiah, bukan membuat klaim yang tidak berdasar. Dengan kontribusi perusahaan, pemda dan juga para akademisi pasti kita bisa membangunan daerah dengan baik.” katanya

Ia menuturkan, program CSR perusahaan merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam memastikan masyarakat yang ada di area sekitar operasi mendapatkan manfaat positif lebih besar dengan kehadiran perusahaan, serta mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa menuju komunitas yang lebih mandiri dan sejahtera.

“Memang pembangunan daerah adalah tanggung jawab utama Pemerintah Daerah yang didukung Pemerintah Pusat, namun kehadiran sebuah perusahan juga dapat membantu daerah dalam segi ekonomi, Harita punya kontribusi ke daerah semisal pajak, royalti dan kontribusi-kontribusi lainnya ke daerah,” Ujarnya

Ia menjelaskan, bentuk CSR yang digagas Harita mulai berubah dari yang tadinya berbentuk sumbangan menjadi pemberdayaan masyarakat.

“Mengingat dana CSR adalah 100% diambil dari keuntungan perusahan, maka kami merubah bantuan CSR dari bentuk sumbangan tunai langsung ke masyarakat dengan konsep pemberdayaan masyarakat, seperti memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian dan peternakan kepada Masyarakat,” tuturnya

Ia menambahkan, aspek lingkungan juga menjadi tanggung jawab perusahaan tambang atas aktivitasnya dan melakukan reklamasi setelah area operasi selesai di tambang dengan konsep best mining practice.

“Kolam endapan Harita untuk memastikan sediment tanah yang terbawa air hujan bisa di tampung dan di filter dahulu sebelum masuk ke laut” ujarnya. (Ay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here