Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Fatce-Fagudu Siap Disidangkan

0
531
Waditreskrimsus Polda Malut, AKBP Dedy Kurnia Tri,

TERNATE, PilarMalut,id – Empat berkas tersangka kasus tindak pidana korupsi reklamasi jalan Fatce-Fagudu, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), senilai Rp 28 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015, dua diantaranya dinyatakan lengkap atau P21.

Berkas dua tersangka tersesbut yakni mantan Kepala Dinas PU berinsial IK alias Ikram dan Kepala Pembuat Komitmen (PKK) Rukmini. Kasus yang ditangani Reskrimsus Polda Malut tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Ternate untuk disidangkan.

“Berkas dari empat tersangka, dua diantaranya sudah P21 dan secepatnya dilimpahkan untuk disidangkan,” kata Wakil Direktur Reskrimsus Polda Malut, AKBP Dedy Kurnia Tri, di ruang kerjanya, Rabu (12/09/2018).

Ia menjelaskan, berkas dua tersangka berinsial IK alias Ikram dan Rukmini setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Malut dikemblikaan ke Polda Malut untuk diteliti selama satu bulan lebih akhirnya lengkap. Sementara, dua tersangka lainya berinsial SB dan MA dalam proses P19, dipastikan juga akan menyusul untuk tahap P21.

Ia mengaku, keempat tersangka tersebut sudah ditahan termasuk Rukmini, di Rumah Tahanan Perempuan dan Anak. “Namun satu tersangka berinsial MA belum ditahan karena sakit dan sementara berobat,” katanya.

Baca JugaPolda Malut Bentuk Satgas Penindakan Investasi Bodong

Sekedar diketahui, kasus korupsi Fatce-Fagudu yang merugikan keuangan negara senilai 28 miliar tersebut melibatkan empat tersangka yakni mantan Kepala Dinas PU berinsial IK, Kontraktor PT. Citra Mulia Budi Luhur berinsial MA, Kepala Pembuat Komitmen (PKK) Rukmini, serta bagian Unit Layanan Pengadan (ULP) berinsial SB yang berkas perkara mereka dipisah. Kasus ini diproses berdasarkan laporan bernomor : LP/17/V/2017/MALUT/SPKT pada tanggal 30 Mei 2017.

Proyek senilai 28 miliar itu dikerjakan PT. Citra Mulia Budi Luhur diketahui mengajukan addendum sebanyak tiga kali. Namun progres pekerjaannya terdapat pengurangan volume, sehingga berujung pada tindak pidana korupsi. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here