Dokter, Perawat  Hingga Juru Masak di RSU Dharma Ibu Ternate Terpapar Corona

0
8744
RSU Dharma Ibu Ternate

TERNATE, pilarmalut.id – Sebanyak dua dokter dan sejumlah bidan, perawat sampai dengan juru masak di Rumah Sakit Umum (RSU) Dharma Ibu Ternate, positif terpapar Corona Virus (Covid-19). Data yang dikantongi wartawan, sebanyak sembilan orang positif Covid-19.

Sedangkan pegawai lainnya, seperti clening service masih menunggu hasil swab test yang dikeluarkan RSUD Chasan Boesoirie. Bahkan, rapid test sebanyak 16 petugas RSU Dharma Ibu hasilnya reaktif.

Kesembilan orang yang positif Covid-19 yakni, juru masak inisial YT, rapid test pada 27 Mei dengan hasil rekatif. Kemudian dilanjutkan dengan swab test pada 10 Juni dengan hasil positif.

Dokter inisial AIM, hasil rapid test reaktif, dilanjutkan dengan swab test pada 10 Juni, dengan hasil positif. Dokter inisial SNM, hasil rapid test reaktif pada 28 Mei, dilanjutkan dengan swab test pada 13 Juni dengan hasil positif Covid-19.

Perawat inisial LS, reaktif rapid test pada 27 Mei, kemudian dilakukan swab test pada 26 Juni dengan hasil positif.

Perawat inisial S, hasil rapid test hasilnya reaktif pada 30 Mei, dilanjutkan swab test pada 25 Juni dengan hasil positif. Perawat inisial IA, hasilnya reaktif rapid test pada 27 Juni, kemudian dilakukan swab test pada 25 Juni dengan hasil positif.

Bidan inisial WEK, hasil rapaid test reaktif pada 30 Mei, dan hasil swab test nya positif keluar pada 25 Juni, Bidan inisial FT, hasil reaktif rapid test pada 30 Mei dan pemeriksaan swab test pada 25 Juni, dengan hasil positif Covid-19.

Dan yang terakhir, seorang Bidan inisial HNR, dengan hasil rapid test reaktif pada 15 Juni, dilanjutkan dengan swab test pada 27 Juni dengan hasil positif Covid-19. Sedangkan yang hasil negatif swab test yakni dua perawat inisial WA dan SK.

Sementara empat orang lainnya masih menunggu hasil swab test, yakni Bidan inisial KH, Perawat inisial DAR, Rekam Medik inisial NY dan Crening Servic inisial KT. “Keempat orang ini masih menunggu hasil swab test, dimana keempat orang ini juga hasil rapid testnya menunjukan reaktif,” kata sumber terpercaya kepada wartawan.

Saat ini kesembilan petugas medis sudah di karantina di lantai 5 RS Dharma Ibu sudah hampir satu bulan, namun tetap bekerja/dinas walaupun sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, mereka diduga tidak diberikan suplay vitamin, dan mereka takut berbicara karena takut dipecat dari pekerjaannya.

Direktur Rumah Sakit Dharma Ibu, dr. Sutomo saat dihubungi via handphone, Sabtu (27/06/2020) malam, tak mau menjawab hal tersebut. Menurut dia, untuk masalah terkait Covid-19, dirinya telah menyerahkan data sepenuhnya kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Maluku Utara.

“Terkait Covid-19 datanya sudah saya serahkan semuanya di tim Gugus Tugas Covid-19 Provinisi Malut. Jadi untuk menyangkut hal tersebut, sebaiknya tanya langsung ke Juru Bicara (Jubir) Gugus Covid-19 Provinsi. Untuk itu saya tidak mau berkomentar,” katanya. Seraya meminta wartawan untuk ketemu Senin (29/06/2020) di kantor RS Dharma.

Sedangkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf saat dihubungi via WhatsApp, minggu (28/06/2020) membenarkan ada dokter di RSU Dharama Ibu yang terkonfirmasi positif. “Iya, benar ada dokter RSU Dharma Ibu positif Covid-19,” katanya.

Namun, dr Alwia tidak mendapatkan informasi kalau ada perawat, bidan maupun karyawan lainnya yang terpapar Covid-19. “Kalau yang lainnya saya tidak mendapatkan informasi,” singkatnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here