Direktur RSU Dharma Ibu Tepis Bidan Terpapar Corona Masih Bekerja

0
205
Direktur RSU Dharma Ibu Ternate, dr Sutomo.

TERNATE, pilarmalut.id – Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Dharma Ibu Ternate, menepis informasi jika masih memperkerjakan bidan dan perawat yang positif terpapar Corona Virus (Covid-19) melayani pasien yang berobat di RSU Dharma Ibu.

“Pertama yang kami klarifikasi pemberitaaan yang menyatakan bahwa kami isolasi tetapi kami masih suru kerja dan tidak di kasih vitamin itu tidak benar,” kata Direktur RSU Dharma Ibu Ternate,  dr Sutomo kepada sejumlah wartawan, Senin (29/06/2020).

Selain itu kata dia, pihaknya juga belum mendapat data sebanyak sembilan orang dinyatakan positif. “Jumlah yang kalian sebutkan sembilan itu sampai hari ini yang kami dapat hanya tiga, itu pun bukan hari ini tetapi sudah lama,” ujarnya.

Ia mengaku, untuk juru masak sudah satu bulan lebih sakit dan saat di rapid test dengan hasil reaktif, sehingga langsung dikirim ke RSUD Chasan Boesoirie untuk di Swab dan dinyatakan positif. “Sekarang dia sudah membaik dan ada di Sahid Bella Hotel di karantina,” katanya.

Lanjut Sutomo, dua orang juga reaktif rapid test dan diisolasi di lantai lima RSU Dharma Ibu karena tersedia enam kamar VIP A untuk di isiolasi interen. “Kemudian kalian katakan ada sambilan berarti ada tambahan enam orang sampai detik ini kami belum dapat laporan resmi hasil swab nya,“ tuturnya.

Sutomo menuturkan, enam orang positif bukan pemeriksaan pada hari ini malainkan sudah dua minggu yang lalu, tetapi diakomulasi jumlahnya sembilan orang. “Padahal kami baru tahu hanya tiga orang, itu pun satu orang sudah membaik kini berada di Hotel Sahid, kemudian dua orang tidak ada gejala berada di lantai lima RSU Dharma Ibu di karantina kurang lebih sudah satu bulan. Kami tidak pekerjakan mereka, kami kasih mereka vitamin. Dua orang kami isolasi itu satu dokter, satu bidan,” imbuhnya.

Ia juga mengaku, data 16 orang reaktif rapid test dan dinyatakan sembilan orang positif merupakan akumulasi dari periode sebelumnya dan data tersebut belum diterima, sehingga data tidak benar karena sejak bulan empat (April 2020) dilakukan screening hasilnya kabur tetapi tetap diisolasi.

“Saat kami test ulang kalau lebih jelas hasilnya reaktif maka kami lakukan swab, karena swab sangat terbatas akhirnya kami lepas lagi sambil menunggu hasil swab. Kami dapat bantuan alat rapid test dari Dinas Kesehatan Kota Ternate dan Dinas Kesehatan Provinsi dan kami melaporkan hasil ke dinas sesuai dengan jumlah alat swab yang di berikan ke kami,” terangnya.

Sementara, Ketua Yayasan RSU Dharma Ibu Ternate, Sr Cristella Batbual DSY menambahkan, kasus pertama 28 April 2020 di RSU Dharma Ibu, pegawai yang terpapar tetap ditarik dan dilakukan rapid test kemudian diisolasi selama 14 hari serta dilakukan pergantian.

“Seluruh pegawai mulai sampai security dan petugas di bagain dapur juga kami rapid test dua kali, tetapi Dokter, Bidan, Perawat, Pinalis dan di Farmasi yang kena dampak dengan pasien itu sudah sampai tujuh bahkan delapan. Jadi dari bulan April kita tetap kita isolasi 14 hari, kalau ada yang tidak dapat vitamin itu salah,” paparnya.

Baca Juga : Dokter, Perawat  Hingga Juru Masak di RSU Dharma Ibu Ternate Terpapar Corona

Setiap petugas Kesehatan lanjut Cristella, tetap terpapar namun pihaknya tetap membantu pemerintah untuk menjalankan tugas pelayanan kesehatan termasuk di RSUD Chasan Boesoirie, sebagai rumah sakit rujukan.

“Kalau mereka merujuk semua pegawai kami untuk di isolasi, kami tetap membantu mereka untuk isolasi. Mereka minta untuk swab tetap kami terima, tetapi yang kami tidak puas pegawai yang positif mereka tidak sampaikan ke kita,” terangnya.

Ia mengungkapkan, ada pegawai yang terpapar namun jumlah berapa banyak yang terpapar tidak akan sampaikan ke media. “Soal data akurat itu kami sudah laporkan ke dinas, kalau soal data akurat nanti diminta ke dinas karena mereka memiliki hak menyampaikan kepada publik,” tadasnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here