Calon Bupati Halsel Kunjungi Tiga Balita Penderita Gizi Buruk

0
277
Muhammad Hi Ismail saat mengunjungi balita penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha

Halsel, PilarMalut.id – Rasa kepedulian terhadap orang yang tidak mampuh maupun yang mendapat musibah rupanya menjiwai kepada Muhammad Hi Ismail (MHI) yang merupakan salah satu Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Tak sungkan-sungkan MHI yang kini menjabat Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Maluku Utara (Malut), mengunjungi tiga penderita gizi buruk yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kamis (04/07/2019).

Tiga balita yang terserang gizi buruk yang di kunjungi MHI yakni Masya berumur 1,7 tahun anak dari pasangan Udin Watang dan Waeli, warga Desa Soligi Kecamatan Obi Selatan. Rafa Onggi berumur 1,3 tahun anak dari pasangan Onggi dan Mini, warga Desa Sidangan Kecamatan Kasiruta Barat. Apriani berumur 1,2 tahun anak dari Rensina Robodoe yang suaminya telah meninggal dunia, warga Desa Galala Kecamatan Madioli Selatan.

MHI kepada PilarMalut.id via handphone mengatakan, dirinya mendapat informasi di Kabupaten Halsel terdapat tiga belita terserang gizi buruk, sehingga dirinya langsung bertolak ke Halsel untuk mengunjungi tiga balita korban gizi buruk untuk memastikan jika keluarga yang anaknya terserang gizi buruk pernah menerima atau tidak bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Jadi saat saya tanya ke mereka ternyata mereka belum pernah menerima bantuan PKH, “ ujarnya.

Sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Malut kata MHI, dirinya akan memasukan tiga keluarga yang anaknya terserang gizi buruk dalam PKH. Sebab, tiga keluarga tersebut secara ekonomi masuk dalam kategori keluarga tidak mampu sehingga layak mendapatkan bantuan PKH.

“Dari tiga balita yang terserang gizi buruk ternyata ada yang tidak murni hanya gizi buruk, tapi juga komplikasi penyakit lain seperti terserang gizi buruk dan juga TBC, bahkan juga ada terserang gizi buruk serta HIV. Dari tiga ini hanya satu yang murni terserang gizi buruk, “ katanya.

Selain mengunjungi memastikan tiga keluarga anaknya korban gizi buruk, MHI juga memberikan santunan kepada tiga keluarga tersebut. MHI juga berharap, Pemerintah Kabupaten Halsel lebih berperan melihat kondisi masyarakat terutama masyarakat kurang mampu.

“Peran pemerintah daerah sangat lah penting untuk mengatasi gizi buruk, karena apapun alasannya pemerintah berkewajiban melindungi masyarakat,” tutupnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here