Bupati Frans: Kalau Bicara Harga Kopra Terus Terang Kami Tidak Mampu

0
481
Bupati Halut Frans Maneri (kameja batik) saat menghadiri Acara Halal bi Halal keluarga Halut di Duafa Center (foto: Rais Dero)

TERNATE, PilarMalut.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), rupanya menyerah menangani anjloknya harga kopra di Halut, meski petani kopra saat ini menjerit lantaran anjloknya harga kopra. Langkah Pemda Halut tidak lagi mengurusi menaikkan harga kopra dengan alasan harga kopra anjlok tidak hanya terjadi di Halut maupun Malut pada umumnya, melainkan terjadi secara nasional.

Bupati Halut Frans Manery mengaku, pihaknya sudah tidak mampuh menangani permasalahan anjloknya harga kopra. “Kalau bicara harga kopra terus terang kami tidak mampuh,“ kata Frans dihadapan Gubenur Malut Abdul Ghani Kasuba serta ratusan masyarakat Halut dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Halut di Ternate, di gedung Duafa Center, Kota Ternate, Selasa (25/06/2019).

Meski begitu, Pemda Halut tetap berupaya mencari altarnatif lain berupa membuat industri kelapa dengan mendatangkan investor untuk mengelola kelapa tidak dalam bentuk kopra. ”Jadi harus ada wawasan bagai mana kita berpikir, bagaimana kita merubah menjadi indutri kelapa, anjloknya harga kopra ini kami Pemda sudah cukup berjuang,” ujarnya.

Frans mengaku, untuk membuat indutri pihaknya telah mendatangkan dua perusahan di Halut yang bergerak industri kelapa yakni PT. Hui yang akan mengelola buah kelapa menghasilkan enam prodak dan PT. Ka Haruman yang akan bergerak mengelola tempurung kelapa untuk mengespor arang tempurung.

Baca Juga : Tuntutan Tidak Terealisasi, Masyarakat Lingkar Tambang Duduki PT. NHM

“Jadi untuk PT Hui proses izin sudah selesai hanya menunggu orangnya datang, sedangkan PT Ka Haruman mereka sudah meminta rekomendasi saya untuk kesiapan daya listrik. Jadi bukan berarti pemerintah daerah diam,” katanya.

Ia menambahkan, permasalahan anjloknya harga kopra tidak hanya menjadi persoalan di Halut, tetapi menjadi persoalan negara lantaran pemerintah pusat juga kewalahan menangani permasalahan harga kopra. (Div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here