Apa Itu BLT UMKM dan Bagaimana Cara Mendapatkannya? 

BLT UMKM merupakan singkatan dari bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Ini merupakan salah satu usaha pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) karena terjadinya pandemi yang diakibatkan penyebaran virus COVID-19. Mulai menyebar di Indonesia dan seluruh dunia sejak awal tahun 2020, tak dapat dipungkiri pandemi ini telah mempengaruhi kehidupan berbagai lapisan masyarakat. Khususnya bagi pemilik usaha mikro, pandemi yang membuat berbagai arus kehidupan terhenti ini tentu menjadi sandungan yang besar. 

Untuk memberi dukungan dan semangat pada para pemilik usaha mikro yang terdampak pandemi, maka pemerintah melalui PermenKUKM Nomor 6 Tahun 2020 menyalurkan BLT UMKM. Penyaluran dana bantuan BLT UMKM dilakukan pertama kali pada bulan Agustus hingga Desember 2020. Targetnya bantuan bisa tersalurkan ke 12 juta pelaku usaha mikro dengan dana masing-masing mendapat Rp 2.4 juta. Lalu apakah program bantuan dana ini diselenggarakan lagi di tahun 2021? Cari tahu infonya di bawah ini. 

Pelaksanaan BLT UMKM di Tahun 2021

Karena program ini dianggap sukses dan banyak peminatnya pada penyelenggaraan pertama di tahun 2020, maka dibuatlah PermenKUKM Nomor 2 tahun 2021 mengenai penyaluran BLT UMKM di tahun 2021. Namun ada beberapa perubahan penting mengenai pelaksanaan di tahun ini. Perubahan ini tercantum dalam PermenKUKM Nomor 2 Tahun 2021 mengenai perubahan PermenKUKM Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Penyaluran bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2010 (COVID-19). 

Perubahan ini dilakukan dengan tujuan agar penyaluran dana BLT UMKM bisa lebih luas dan mencapai lebih banyak pemilik usaha mikro di seluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan bisa tercipta proses verifikasi data yang lebih baik agar dana BLT UMKM bisa diberikan kepada pihak yang memang layak mendapatkan bantuan. Dengan begitu, risiko dana bantuan sosial diterima oleh pihak yang salah bisa diperkecil. Bagi pemilik usaha mikro yang sudah terdaftar sebagai penerima dan belum mendapatkan BLT UMKM di tahun 2020, maka bisa mendapatkannya di tahun ini. Sebelum tahu cara mengecek penerima UMKM, pastikan Anda tahu apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh pemilik usaha mikro untuk menerima bantuan ini. 

Perubahan dalam Pelaksanaan BLT UMKM 2021

Beberapa perubahan dalam penyelenggaraan BLT UMKM tahun 2021 adalah dana yang disalurkan adalah Rp 1.2 juta per orang. jumlah ini berkurang setengahnya dibanding tahun 2020, tapi diharapkan bisa diberikan kepada lebih banyak pelaku usaha mikro. Dana BLT UMKM akan diberikan 1 kali langsung ke rekening penerima. Jadi jumlah Rp 1.2 juta langsung diberikan secara tunai, tanpa dibagi-bagi atau dipotong. Lalu apa saja kriteria dan bagaimana cara pengajuan BLT UMKM? Simak infonya berikut ini. 

Syarat Mendapatkan BLT UMKM di Tahun 2021

Ada beberapa syarat baru yang telah diperbaharui demi mendapatkan calon penerima BMT UMKM yang layak. Calon penerima BLT UMKM adalah pelaku usaha mikro yang belum pernah menerima BLT UMKM sebelumnya maupun yang sudah menerima di tahun 2020 tapi masih masuk ke dalam kriteria yang telah ditentukan. Kriteria selanjutnya adalah pelaku usaha mikro tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank. Selain itu, pemohon harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, memiliki KTP elektronik, memiliki usaha mikro yang aktif dan produktif. 

Kepemilikan usaha bisa dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BLT UMKM dari pengusul BLT UMKM beserta lampirannya. Pemohon bukan merupakan ASN, anggota TNI maupun Polri, dan bukan pegawai BUMN maupun BUMD. Salah satu bank yang ditunjuk pemerintah sebagai penyalur bantuan ini adalah BRI. Daftar penerima BLT UMKM BRI bisa dilakukan secara online di laman resmi BRI. Jika telah terdaftar sebagai penerima BRI BLT UMKM, maka siapkan bantuan dana BLT UMKM sebesar Rp 1.2 juta akan dikirimkan langsung ke rekening pemilik usaha mikro.