Jangan Lewatkan Bantuan UMKM untuk Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang membutuhkan. BLT biasanya memiliki tujuan penyaluran khusus, contohnya adalah BLT yang disalurkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menegah dan Koperasi, yaitu BLT UMKM. Bantuan UMKM merupakan Bantuan Presiden (Banpres) produktif yang ditujukan bagi pengusaha, khususnya pengusaha mikro. BLT UMKM pertama kali dicanangkan di tahun 2020 dengan tujuan untuk mengatasi dampak yang diakibatkan pandemi COVID-19. 

Tak dapat dipungkiri, pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 telah mempengaruhi kondisi keuangan rakyat, tak terkecuali para pengusaha mikro. Banyak usaha yang harus mengurangi karyawan, bahkan yang terburuk adalah harus menutup usahanya. Agar para pengusaha mikro tetap kreatif dan semangat, maka pemerintah menyalurkan bantuan ini. Lalu seperti apa BLT UMKM dan bagaimana cara daftar bantuan UMKM? Di bawah ini adalah penjelasan singkatnya. 

Bantuan UMKM 2020

Meski ukuran bisnis sangat kecil, tapi kelompok UMKM mampu memutar roda perekonomian negara. Dengan adanya UMKM, otomatis membuka peluang kerja bagi banyak orang. Terutama jika UMKM berada di kota kecil dan daerah terpencil, namun bisa tetap berjalan aktif, ini akan sangat berpengaruh untuk perkembangan dan pembangunan daerahnya. Lapangan pekerjaan terbuka, jumlah pengangguran di wilayah tersebut bisa berkurang, dan tidak semua orang harus pergi ke kota besar hanya untuk mendapatkan penghasilan. 

Namun dengan terjadinya pandemi, menjadi sandungan besar bagi banyak pengusaha. Di trimester ketiga tahun 2020, pemerintah menyalurkan BLT UMKM Uuntuk kali pertama. Target penerima BLT UMKM 2020 adalah 12 juta pegiat UMKM. Usaha Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberikan dana tunai sebesar Rp 2.4 juta kepada setiap pegiat UMKM yang namanya telah terdaftar. Cara mendaftar bantuan UMKM adalah dengan memenuhi beberapa persyaratannya terlebih dahulu seperti belum pernah mendapatkan bantuan pinjaman dan sejenisnya dari pihak perbankan (belum bankable), pelaku usaha adalah WNI, mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), mempunyai usaha mikro yang bisa dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul lampirannya, dan pemohon tidak berstatus sebagai ASN, PNS, bukan anggota TNI/Polri, dan bukan berstatus sebagai karyawan BUMN maupun BUMD.

Cara daftar BLT UMKM bisa dilakukan ke dinas koperasi dan UMKM di kota atau kabupaten di mana pemohon tinggal. Selain itu, bisa juga melakukan daftar BLT UMKM secara langsung di koperasi yang sudah berbadan hukum. Selain itu, para pengusaha juga bisa mencoba cara daftar UMKM secara online.  

Bantuan UMKM 2021

Di tahun 2021 sebenarnya pemerintah tidak mengadakan penganggaran khusus untuk BLT UMKM. Tapi karena BLT UMKM 2020 belum mencapai target, karena itu, program ini dilanjutkan di tahun 2021. Masih fokus pada para pegiat UMKM, di tahun ini ada beberapa perubahan dibanding tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling terlihat adalah dari jumlah bantuan dana yang akan diterima. Di tahun ini jumlahnya menyusut jadi setengah jumlah bantuan tahun 2020, yaitu Rp 1.2 juta per kepala. 

Meski begitu, bantuan ini tetap dinantikan oleh banyak pegiat UMKM, karena sebesar apa pun bantuan UMKM pasti akan sangat membantu kelancaran usaha mereka. Cara daftar bantuan UMKM masih sama dengan tahun sebelumnya. Daftar penerima bantuan UMKM bisa dicek di BRI yang bertindak sebagai salah satu bank penyalur BLT UMKM. Cara daftar UMKM BRI adalah dengan mengecek terlebih dahulu apakah Anda seudah termasuk ke dalam daftar penerima. Masuk ke laman resmi BRI atau di alamat eform.bri.co.id/bpum. Lalu Anda akan diminta memasukkan nomor KTP dan kode OTP. Setelahnya, klik Proses Inquiry. Lalu di layar akan muncul keterangan apakah Anda termasuk salah satu dalam daftar penerima BLT UMKM. Jika sudah terdaftar, maka bisa langsung mendatangi kantor BNI terdekat. 

Syarat Mencairkan Bantuan UMKM Rp 1.2 Juta di BRI

Bila nomor KTP elektronik sudah masuk ke dalam daftar BLT UMKM online, maka Anda bisa mencairkan dana ke BRI terdekat. Ada beberapa syarat yang harus dibawa saat pencairan yaitu membawa KTP, buku tabungan BRI, ATM BRI, surat pernyataan yang ditandatangani oleh aparat desa setempat. Bantuan UMKM pun bisa cair dengan mudah.