Ayah Herman Seventeen tak Mengira Anaknya Juga Korban Tsunami

0
2786

TIDORE, PilarMalut.id – Duka mendalam menyelimuti warga Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara serta keluarga besar almarhum Herman Sikumbang, saat diketahui gitaris band ternama tanah air Seventeen menjadi korban peristiwa Tsunami.

H. Syahril Sikumbang, ayah kandung Herman Sikumbang, hanya bisa terdiam dan pasrah mendengar kabar anaknya menjadi korban Tsunami di Banten, saat konser dalam acara Gathering PLN Transmisi Jawa Barat-Banten, di pantai lesung.

Herman yang berasal dari tanah kerjaan Tidore, putra dari pasangan H. Syahril Sikumbang dan Hj. Murni S. Conoras, yang menitih karir dunia musik, saat ini jasadnya masih berada di Rumah Sakit Umum Berkah Pandeglang, Banten.

Ayah Herman, H. Syahril Sikumbang saat disembangi PilarMalut.id di kediamannya, Minggu (23/12/2018) mengatakan, sampai jasad anaknya di temukan, ia dan Istrinya tidak punya firasat buruk jika putra keduanya akan menjadi korban musibah Tsunami

“Saya tidak ada tanda-tanda dan firasat jika anak saya juga bagian dari korban, hanya saja jadwal manggungnya Eman (Herman) di banten kami juga tahu, karena kurang lebih 2 minggu kemarin, Eman disini (Tidore) dan dia sudah beritau agendanya,” tutur ayah Herman.

Menurutnya, saat Herman masih di Tidore pada dua Minggu lalu tidak ada tanda-tanda buruk yang tergambar di wajah maupun gerak gerik Herman. “Dia (Herman) sama seperti biasa pada saat ia datang” ungkapnya.

Sahril mengaku, sebelum anaknya konser bersama rekan-rekanya,  sempat berkomunikasi terahir pada seminggu kemarin, hanya memberitahukan semua personil Seventeen akan pergi ke Banten membawa keluarga untuk konser. Tetapi, hanya Herman yang tidak membawa keluarga karena anak ke duanya sedang sakit, sehingga istri maupun anak-anaknya tidak ikut.

“Kami sekeluarga menerima informasi dari kakaknya Herman Seventen yakni Hendra Sikumbang yang berada di Jakarta, serta keluarga di jakarta. Selain itu dari media TV dan medsos, dan kejadian tersebut kami sekeluarga sudah mengetahui pada malam hari, dan kami merasa terkejut mendengar musibah ini,” imbuhnya sambil meneteskan air mata.

Sebelum jasad Herman di temukan, ayah Herman hanya pasrah dan berdoa serta bertawakal agar anakya selamat dari musibah itu, namun takdir berkata lain.

Sekedar diketahui, Herman Sikumbang lahir di Tidore, 17 Maret 1982 , anak ke 2 dari empat bersaudara pasangan dari H.Syahril Sikumbang dan ibu Murni S Conoras. (Oi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here