ASN di Protokoler Pemda Morotai Doyan Main Ludo Saat Jam Kerja

0
734
Empat ASN Protokoler Pemkab Pulau Morotai tertangkap kamera saat sedang asik main game 'Ludo' saat jam kerja.

MOROTAI, PilarMalut.id – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, rupanya doyan main game jenis Ludo di saat jam kerja.

Amatan PilarMalut.id, Kamis (21/11/2019) sejumlah pegawai di protokoler ini berjumlah empat orang sedang asik bermain game Ludo sejak pukul 09.25 hingga pukul 10.00 WIT. Kabag Humas Pemda Morotai, Ailan mengatakan, pegawai yang bermain ludo disaat jam kerja harus di beritakan agar mereka bisa sadar.

“Main Ludo itu bukan kerjaan, kalau ada yang main mungkin sudah tuntas, kalau dia pekerjaan sudah selesai itu biasa, tapi kalau ada kerja bermain itu tidak biasa. Tanyakan kepada mereka yang bermain.Harus diberitakan biar mereka sadar,” cetusnya.

Sementara itu, Akademisi Unipas Irfan Hi.Ahmad menegaskan, sangat disayangkan jika ASN lingkup Pemda Morotai bermain game Ludo di saat jam kerja. Bahkan, para ASN berkeliaran di warung warung kopi dan emperan lobi kantor di saat jam kerja.

“Saya prihatin dan menyesalkan kenapa hal tersebut bisa terjadi. ASN mestinya menyadari bahwa gaji dan tujuangan kesejahteraan lainnya yang di terima adalah anggaran yang bersumber dari rakyat, sehingga mestinya ASN harus dapat mengisi waktu kerjanya dengan hal-hal yang bermanfaat terutama dalam memberikan pelayanan masyarakat,” katanya

Namun demikian, kata Irfan, ASN Morotai tidak sepenuhnya dapat di salahkan dalam banyak teori tentang rendahnya produktiftas bawahan, melainkan lemah dan buruknya menagemen pimpinan.

“Dalam kasus ASN Morotai saya berpendapat bahwa ASN banyak menghabiskan waktu kerjanya dengan bermain game atau bertindak diluar tugas yang seharusnya, mungkin lebih disebabkan adanya mengemen pimpinan yang buruk, menegemen yang tidak efektif akan menurunkan produktifitas kerja,” bebernya.

Ia menuturkan, ASN merasa tidak memiliki kebebasan dalam meningkatkan kompetensinya sehingga ASN merasa apa yang dilakukan tidak dianggap pimpinannya. Ketidakpuasan atas kebijakan yang diambil pimpinan ASN semisalnya, memberikan Phanisment berupa penahanan TKD kepada mereka yang tidak melakukan kesealahan, namun karena rekanan kerja melakukan kesalahan seluruhnya di berikan sanksi tampa proses dan prosedur yang adil sehingga mempengaruhi produktiftas kerja ASN Pulau Morotai.

“Kedepan saya meminta kepada Bupati Pulau Morotai agar memberikan feleksibiltas lebih kepada ASN dalam bekerja dan memberi ruang yang cukup bagi ASN, untuk meningkatkan kompetensinya. Pandanganlah ASN sebagai Manusia yang bebas merdeka jangan pandang ASN sebagai mesin yang berproduksi sesuai stelan penguna, karena jika hal itu dilakukan maka yang terjadi bukan meningkatkan produktiftas ASN malah justru memberikan kemandulan dalam bekerja,” cetusnya. (Zan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here