APPK Desak Pemda Halut Naikkan Harga Kopra

0
126
Aliasi Penduli Petani Kopra (APPK) Unjuk Rasa Desak Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Naikkan Harga Kopra.

TOBELO,PilarMalut.id – Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan se Kabupaten Halmahera Utara, yang tergabung dalam Aliansi Peduli Petani Kopra (APPK), mendesak Pemerintah Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halut (Halut) menaikan harga kopra yang tengah anjlok.

Desakan kenaikan harga  kopra tersebut dalam bentuk aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan pemuda, yang dipusatkan di Kantor Bupati Halut,  Senin (17/06/2019),  menggunakan empat truk di lengkapi sound sistem.

Dalam unjuk rasa para mahasiswasa dan pemuda  membawa spanduk bertulisan merah “Naikkan Harga Kopra Atau Turunkan Frans-Muchlis”.

Organisasi mahasiswa dan kepemudaan yang tergabung dalam APPK diantaranya Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan masyarakat.

Kordinator aksi, Difestu Sorowai dalam orasinya mengatakan, dalam unjuk memiliki sejumlah tuntutan terhadap Pemda Halut yakni, mendesak Pemda Halut segera menaikan harga kopra, mendesak Pemda  Halut membuat Home Industri Kopra di Halut, mendesak Pemda Halut menjawab kinerja tim kopra yang dibentuk.

Tak hanya itu, masa  pengunjuk rasa juga menuntut ada kesepakatan tertulis dari Pemda Halut dalam menyelesaikan harga kopra yang tengah anjlok. Bahkan  massa unjuk rasa juga  mendesak kepada Bupati dan Wakil Bupati Frans Manery- Muchlis Tapi Tapi (FM-Mantap) jika tidak mampu menaikan harga kopra, FM-Mantap harus segera turun dari jabatan Bupati dan Wakil Bupati Halut.

“Kami minta Bupati dan Wakil Bupati serta DPRD Halut segera mengakomodir tuntutan kami, jika tidak kami kami meminta Bupati dan Wakil Bupati FM Mantap turun dari jabatan,” teriaknya.

Usai menyampaikan orasi, Pemda Halut menerima masa aksi melakukan hering di pimpinan langsung Sekda dihadiri Wakil Bupati Halut, Muchlis Tapi Tapi dan Asisten  II Ikram Baba.

Dihadapan peserta hering, Wakil Bupati Halut Muchlis Tapi Tapi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kedatangan OKP dalam mengingatkan Pemda dan menawarkan solusi atas anjloknya harga kopra, Pemda juga tetap berusaha untuk menyelesaikan permasalaahan harga kopra.

“Semua tuntutan masa aksi tetap diterima, namun perkataan masa aksi bahwa kami gagal itu hak kalian, yang pastinya Pemda tetap berusaha,” setusnya.

Sementara, Asisten II  Pemda Halut Ikram Baba mengatakan, saat ini ada upaya Pemda Halut mencari solusi karena tim kajian kopra mengalami terkendala lantaran harga kopra anjlok secara nasional. Selain itu, terkait solusi non subsidi suda diserahkan ke Pemrov Malut, bukan lagi menjadi tanggung jawab Pemkab Halut.

“Saya selaku ketua tim kopra yang dibentuk Bupati, memang benar ada solusi terkait penyaluran subsidi non tunai. Saya perna ke Surabaya menginvestigasi harga kopra bahwa ada terjadi perbedaan harga dari Surabaya dan Tobelo, namun hal tersebut karena ada terjadi kenaikan biaya. Analisa yang kami lakukan suda tepat namun ada kendala,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Halut Janlis Kitong mengatakan, pihaknya sangat apresiasi unjuk rasa mahasiswa dan pemuda. “Kahadiran teman teman harus memberikan solusi terkait kinerja tim kopra yang di bentuk. Tum Kopra juga seharusnya menjelaskan kinerja kepada publik,”  katanya.

Usai hering dengan Wakil Buapti, massa aksi langsung membubarkan diri  dengan tertip.  (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here