Angkat Potensi Budaya dan Bahari, Kepulauan Sula Gelar Festival Tanjung Waka

0
232

SANANA, PilarMalut.id – Provinsi Maluku Utara (Malut) makin serius mengembangkan sektor pariwisata. Beragam atraksi pariwisata semakin sering ditampilkan Provinsi Malut, kali ini Provinsi Malut akan menggelar Festival Tanjung Waka, Kabupaten Kepulauan Sula, mulai 27-30 Desember 2018.

Sederet sajian budaya yang akan dipersembahkan dalam Festival Tanjung Waka mulai Tarian Bela Yai, Tarian Denge, Tarian Laka Baka, hingga pencak Silat. Diselenggerakannya festival tersebut sebagai momentum lahirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepulauan Sula.

“Festival Tanjung Waka menjadi sebuah atraksi pariwisata yang semakin berkembang. Festival ini menjadi etalase seni budaya kebesaran Kepulauan Sula. Momentum ini sekaligus kita maksimalkan dengan mengukuhkan GenPI Kepulauan Sula sebagai motor promosi pariwisata,” kata ketua panitia Festival Tanjung Waka, Syarifudin KoRoy, kepada sejumlah media, Kamis (06/12/2018).

Menurutnya, tujuan dari festival tersebut guna mengangkat sektor pariwisata Kepulauan Sula, karena Kepulauan Sula memiliki potensi yang menakjubkan bukan hanya budaya, alamnya pun luar biasa. Terlebih lagi potensi Baharinya.

“Kepualauan Sula adalah surga tersembunyi. Potensi besar alam dan budaya yang dimilikinya menjadi sebuah modal yang patut diperhitungkan. Ini yang akan kita angkat dalam festival ini,” imbuhnya.

Syarifudin menuturkan, keindahan alam kepulauan Sula tak di ragukan, Tanjung Waka berada pada titik paling selatan pulau Sanana. Dari spot ini wisatawan akan disajikan fenomena alam yang mempesona ketika bulan purnama.

Tanjung Waka juga lanjut Safrudin, memiliki pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat memikat dengan panjang sekitar 7 km. Belum lagi alam bawah lautnya yang kaya. Dive sitenya banyak. Berada di wilayah segitiga karang dunia (coral triangle) membuat Kepulauan Sula menjadi spot incaran diver dunia. Keanekaragaman hayatinya tinggi dan sangat terjaga.

“Visibility nya tinggi, sekitar 20 meter, dengan temperature air yang hangat yaitu sekitar 26 hingga 29 derajat celcius. Pokoknya bakal ketagihan menyelam di Kepulauan Sula,” tuturnya.

Lantas bagaimana aksebilitasnya? Tidak perlu khawatir, akses menuju Kepulauan Sula cukup mudah. Ada dua modal transportasi yaitu dengan menggunakan pesawat terbang yang menuju Bandara Sultan Baabulah Ternate dan menggunakan kapal laut yang menuju Ternate. Dari Ternate menuju Kepualauan Sula, dapat menggunakan kapal laut ataupun pesawat terbang. “Perjalanannya cukup singkat, sekitar 1,5 jam dengan pesawat terbang,” paparnya.

Penginapan juga tak perlu khawatir karena terdapat sejumlah penginapan seperti hotel bintang satu dan homestay, Tarifnya cukup murah, hanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu sudah dapat beristirahat dengan nyaman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung angkat jempol. Menteri yang baru saja terpilih sebagai The Best Marketing Minister of Tourism Of ASEAN dari Philip Kotler itu memuji keseriusan Malut untuk mengangkat pariwisatanya.

“Atraksi-atraksi seperti ini harus terus dikembangkan, tetapi ingat ini juga harus didukung promosi yang gencar. Ini bisa dikolaborasian dengan GenPI. Kalau soal potensi saya sudah tidak ragu lagi. Malut itu gerbang bahari Indonesia Timur. Surga bahari Indonesia,” ujar Menpar Arief. (Ay).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here