Anggota TNI AD, AU dan AL Turun Tanggan Amankan Morotai

0
654
Unjuk Rasa Masyarakat Pulau Morotai

MOROTAI, PilarMalut.id – Situasi Kabupaten Pulau Morotai sepertinya sudah sangat darurat. Sebelumnya, pengamanan terhadap pusat pemerintahan hanya dilakukan aparat kepolisian dan dilingkari dengan kawat duri. Namun, unjuk rasa masyarakat Morotai kali ini, Senin (03/12/2018), aparat TNI gabungan yakni TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD) terpaksa disiagakan. Mereka disiagakan di kantor Bupati Morotai, sebab kantor tersebut sebagai pusat kegiatan pemerintahan Bupati Morotai Benny Laos.

Berdasarkan amatan dilapangan, terlihat jelas kantor Bupati sebagai salah satu kantor pemerintah itu cukup mencekam karena kantor tersebut biasanya hanya para PNS yang melakukan aktifitas pemerintahannya. Tetapi juga terlihat aparat TNI sudah berjaga jaga terutama di lantai II kantor Bupati.

Kehadiran aparat TNI mengambarkan Kabupaten Morotai saat ini tidak lagi stabil sehingga kantor pemerintah dijaga aparat TNI. “Kenapa ada tentara di kantor Bupati, Morotai sepertinya darurat ka apa,” kata salah satu warga ketika melewati kantor Bupati.

Danlanud Morotai Kolonel Nav Arif Budhiyanto ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp mengaku, keterlibatan pengamanan TNI AU di kantor Bupati atas dasar permintaan Kapolres Morotai AKBP Michael Sitanggang. Bahkan, pengamanan itu juga sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. “Itu atas permintaan kapolres untuk back up personil pengamanan Polres Pulau morotai. Ada UU nya dan ada surat permintaan resmi nya. Gak ada masalah sudah sesuai aturan.” katanya

Sementara, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto ketika dikonfirmasi megaku, pihaknya juga diminta pengamanan pihak Polres. “Semua Anggota TNI dilibatkan AD, AL, AU, mungkin lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Kapolres,” ujarnya.

Baca Juga : Polisi Dicurigai Sengaja Halangi Kedatangan Massa Unjuk Rasa Dari Penjuru Morotai

Kapolres Pulau Morotai AKBP Michel Sitanggang saat dikonfirmasi, secara tegas membantah jika dengan hadirnya aparat TNI di kantor pemerintah itu menunjukkan kondisi Morotai dalam keadaan darurat. “Jadi tidak ada yang namanya kondisi darurat, negara harus hadir ditengah-tengah masyarakat, baik yang unjuk rasa maupun yang merasa dirugikan akibat kegiatan tersebut,” tuturnya.

Namun, Kapolres tidak merespon kehadiran aparat TNI dalam rangka menjaga stabilitas keamanan, lantaran morotai beberapa hari terakhir memanas. “Memang saya yang meminta untuk rekan-rekan TNI (AL, AU dan AD) untuk menunjukkan sinergitas TNI-POLRI dalam mendukung dan menjaga stabilitas keamanan di Pulau Morotai, dimana akhir-akhir ini intensitas unjuk rasa serta suhu politik di Kabupaten Pulau Morotai semakin meningkat. Saat ini juga masih dalam suasana Pileg dan Pilpres kemudian jelang perayaan keagamaan umat Kristiani yaitu perayaan Natal dan tahun baru 2018,” terangnya. (rd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here