30 Pengacara Dampingi Petani Kopra Korban Penganiayaan Preman dan PNS

0
1330
Sebanyak 30 kuasa hukum mendampingi petani kopra korban peganiayaan saat menjalani pemeriksaan di Polres Halut

TOBELO, PilarMalut.id – Kasus penganiayaan terhadap petani kopra, Haiyun Galela dan adik kandungnya Anda Galela, yang dilakukan gerombolan preman bayaran dan sejumlah PNS Satpol-PP serta oknum Kadis bernisial SD, saat unjuk rasa harga kopra di Kantor Bupati Halmahera Utara, beberapa waktu lalu akan diusut tuntas.

Saat ini kedua korban didampingi 30 pengacara, pasca membuat laporan resmi di Polres Halut. Sebanyak 30 pengacara siap mendampingi kedua korban, lantaran korban secara resmi menyerahkan Surat Kuasa Khusus melalui Koordinator Aliansi Advokat Petani Kopra (AAPK) MALUT Abdullah Adam, SH dan Irwawanto Malik SH, di Polres Halut, Rabu (05/12/2018).

Koordinator AAPK Malut, Abdullah Adam, saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya secarah resmi telah mendampingi pihak korban. ”Tadi sekitar pukul 10.00 WIT, kami telah mendampingi salah satu korban atas nama Haiyun Galela, untuk BAP dari pihak Polisi. Sedangkan korban Juanda Galela akan di BAP di hari sabtu (08/12/2018),” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran AAPK di Tobelo untuk mengambil surat kuasa dari pihak korban untuk pendampingan hukum petani kelapa khususnya korban penganiayaan berdasarkan permintaan dari pihak Korban dan keluarga untuk mendampingi secara Sah.

“Oleh karena itu diharapkan kepada pihak kepolisian agar secepatnya menindaklanjuti, agar para pelaku penganiyaan ditindak tegas karena tindakannya sudah diluar batas,” katanya.

Baca JugaDiduga Oknum Kadis Terlibat Aniaya Petani Kopra

Ia menjelaskan, AAPK memberikan pendampingan hukum kepada para korban secara cuma-cuma atau tidak dibayar sepersenpun dari pihak korban. “Kami sudah siapkan sebanyak 30 pengacara untuk mendampingi korban pengroyokan,” tuturnya.

Sementara, korban Haiyun Galela, menambahkan, surat kuasa khusus sudah diserahkan kepada Tim AAPK Malut. “Saya berharap setelah diserahkannya surat Kuasa Khusus ini kepada AAPK, pelakunya secepatnya di adili. (AA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here