1 Januari 2020, Harita Group PHK Masal Karyawan

0
5462
Ilustrasi

TERNATE, PilarMalut.id – PT. Harita Nickel terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 700 karyawan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Langkah itu dilakukan lantaran imbas dari Perubahan kedua Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 tahun 2018, Tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Corporate Communication Manager PT. Harita Nickel, Anie Rahmi, Minggu (15/12/2019) mengatakan, PT Harita Grup atau Harita Nickel, yang terdiri dari PT Trimegah Bagun Persada (PT TBP) dan PT Gane Permai Sentosa (PT GPS) akan melakukan PHK 700 karyawan kontrak.

Menurutnya, alasan PT. Harita merumahkan ratusan karyawan karena disebabkan peraturan pemerintah pusat, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 tahun 2018 Tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

“Peraturan ini menyebutkan, per 1 Januari 2020 tidak ada lagi ekspor ke luar negeri. Sebagai konsekuensinya, pemanfaatan nikel ore hanya sebatas kapasitas permintaan smelter sendiri sehingga produksi ore turun drastis,” katanya.

Ia menjelaskan, perusahaan akan mempertahankan kestabilan berusaha, namun kelebihan kapasitas produksi sehingga dengan berat hati dan terpaksa Manajemen PT TBP dan PT GPS memutuskan mengkaji ulang perjanjian kerjasama, baik terhadap mitra kerja maupun tenaga kerja.

“Dengan sangat terpaksa sebagian kerjasama tidak diperpanjang atau diakhiri sebelum jangka waktu berakhir melalui prosedur yang telah ditentukan oleh perundang-undangan. Contoh, karyawan habis kontraknya bulan Februarai maka gajinya dan semua haknya sampai Februari harus dilunasi, meskipun pada Desember 2019 ini semuanya sudah di PHK,” tuturnya.

Manajemen PT TBP dan PT GPS kata dia, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap semua kerjasama yang pernah terjalin dan kontribusi yang diberikan.

“Meski mengalami penurunan kapasitas produksi secara drastis, perusahaan tetap menjaga keterlibatan tenaga kerja lokal dalam setiap operasinya dan memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi, serta berpartisipasi pada pembagunan daerah dan nasional,” tuturnya. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here