1.175 Tenaga Kerja Asing ‘Kepung’ Wilayah Pertambangan Malut

1
2629
Kepala Kantor Imigrasi kelas I Ternate, Putut Sukoco Nusantoro

TERNATE, PilarMalut.id – Sepanjang tahun 2018, sebanyak 1.175 Tenaga Kerja Asing (TKA) mengepung wilayah Maluku Utara. Ribuan TKA tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Malut yang rata-rata bekerja di perusahan pertambangan yang beroperasi di Wilayah Malut.

Ribuan TKA masuk di Malut sesuai data pemegang aktif kartu Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang tercatat dalam wilayah kerja kantor imigrasi kelas I TPI Ternate.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ternate, Putut Sukoco Nusantoro kepada awak media, Rabu (05/12/2018) mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap warga negara asing yang keluar maupun masuknya di kabupaten/kota di wilayah kerjanya, yakni di Kota Ternate, Tidore, Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Kepulauan Sanana dan Taliabu.

“Orang asing yang masuk wilayah kerja Imigrasi kelas I Ternate, total ada 1.175 orang, dimana yang menempati urutan pertama di Halmahera Selatan dengan ITAS online 395 orang dan menggunakan ITAS biasa 671 orang, urutan kedua di kepulauan Sula dengan ITAS online sebanyak 50 orang sedangkan ITAS biasa 23 orang, Kota Ternate ITAS online 1 orang sedangkan ITAS 8 orang dan untuk Halbar ITAS online 1 orang sementara kota Tikep ITAS online 11 orang dan ITAS 15 orang, ini adalah TKA pemegang ITAS dan rata-rata dari Republik Rakyat Tiongkok” katanya.

Ia menjelaskan, Pertama kali WNA yang datang di Indonesia sudah diperiksa pihak Imigrasi di airport internasional dan diberikan izin sesuai dengan tujuan kedatangan, khusus TKA diberikan kartu ITAS kemudian melapor di kantor wilayah TKA bekerja untuk diberikan legalitas ITAS tersebut.

“TKA yang datang di update datanya dan kemana aja tujuannya, kita melakukan suatu pengawasan. Kalaupun nanti dilapangan adanya suatu agenda tersendiri ataupun adanya kasus, informasi sekecil apapun akan kami terima dan respon secepatnya, informasi dari masyarakat pun akan kami tindak lanjuti,” ujarnya

Untuk tahun 2018 lanjut Putut, kantor imigrasi kelas I ternate telah melakukan tindakan deportasi terhadap 4 orang warga negara Filipina. “Di bulan April ada 3 orang yang kami pulangkan ke negara asalnya yakni Filipina kemudian ditambah pada bulan Agustus juga ada 1 orang, mereka kami pulangkan karena kasus illegal loging,” tuturnya.

Baca Juga30 Pengacara Dampingi Petani Kopra Korban Penganiayaan Preman dan PNS

Ia menambahkan, meski dirinya baru menjabat satu bulan di kantor Imigrasi kelas I ternate, namun ia mengaku, dirinya akan memperketat dan meningkatkan pengawasan kepada orang asing yang masuk ke maluku utara di tahun 2019 nanti.

“Kedepan sistem pengawasannya kita tingkatkan secara berkesinambungan karena mengingat wilayah kerja kita terdiri dari beberapa pulau-pulau, kemudian kerja sama antar instansi terkait juga lebih kita maksimalkan. Untuk 2018 ini saya hanya melanjutkan dari pimpinan yang terdahulu karena saya baru jabat satu bulan ini,” tutupnya. (Ay)

1 KOMENTAR

  1. Maluku Utara yg terbanyak Tenaga Kerja Asing (TKA).
    Mengapa harus orang luar yg kita utamakan ketimbang anak daerah yg masih byak menganggur karna susah masuk dalam suatu perusahaan.
    Sedangkan TKA masuk perusahaan langsung tanpa ada embel-embel..
    Nanti lihat saja, torang p daerah ini akan habis diambil oleh TKA.. 😂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here